Sabtu, 20 Oktober 2012

Profil siswa- Dede Katrisna M.


Namanya Dede Katrisna Maulidin, sehari-hari ia dipanggil Dede. Ia adalah putra dari pasangan bapak Sukana dan ibu Tri Wahyuni. Ia dilahirkan di Magelang, 27 Mei 2003. Jadi kira-kira dia sudah berumur 9 tahun lebih 5 bulan.
Mas Dede, begitu saya memanggilnya.  Di rumah, ia hanya berdua dengan ibu dan saudaranya. Ayahnya yang berasal dari tanah sunda sibuk mencari nafkah di ibukota. Begitu ia tuturkan kepada saya ketika saya belajar mengenalnya. Dalam sehari-hari, mas Dede adalah siswa yang rajin, memperhatikan guru dan sedikit lebih sabar dibandingkan dengan anak-anak seusianya di kelas. Dalam proses belajar, ia mau berusaha “ngedongin” dirinya, artinya dia mau sedikit berusaha lebih keras agar ia paham dengan pelajarannya. Misalnya, dalam pelajaran Matematika saat yang lain menyerah untuk mengerjakan, dia masih setia dengan “poro gapit” nya untuk menyelesaikan soal pembagian. Meskipun pada akhirnya dia terakhir dalam menyelesaikan. Begitu pula, pada saat uts kemarin. Pada saat ia tidak bisa mengerjakan soal, dia termasuk anak yang tidak “ngawur” dalam mengisi jawaban. Dia lebih memilih bertanya dan menyelesaikan dengan “perfect” sampai ia mantap untuk mengumpulkan.
Di kelas, Mas Dede dipercayai untuk memegang tampuk kepemimpinan di kelas. Dengan kata lain, ia menjabat ketua kelas. Dengan posisinya, setiap hari dia memimpin teman-temannya untuk memberi salam pada guru. Dengan posisinya juga, ia sedang belajar leadership sejak dini.
Mas Dede ini termasuk dalam siswa yang rasa empatinya tinggi. Sampai-sampai bu gurunya pun dibuat ge er *hahahaaa... Dia salah satu murid yang cukup sering sms saya. Seperti note saya sebelumnya. Sms terakhirnya adalah hari Selasa 16 Oktober 2012, saat saya tidak berangkat mengajar. Pulang sekolah langsung*dilihat dari jam dia sms*, dia langsung bertanya “ bu guru, kog  tadi tidak berangkat? “ . Hmmm, bikin nyesss di hati saat cuaca panas di antrian depan poliklinik rsj. Tanpa sungkan, saya pun membalasnya. “Maaf ya mas dede, ibu lagi tes bebas narkoba di rumah sakit”. Lantas ia pun masih bertanya, “ ibu sakit?”. Saya balas “tidak mas, ibu sehat kog. Tadi tesnya bisa tidak? “ Ia pun membalas, “bisa doong :) “.
        Dan hari ini tepatnya 16 Oktober 2012, sesaat setelah saya memarkir motor di halaman sekolah. Mas Dede pun masuk di kelas dan berjumpa dengan saya. Ia menjabat tangan saya dengan erat, seolah menyimpan rindu karena kemarin kami tidak bertemu di kelas. Setelah melepaskan jabatan tangannya, ia bertanya. “bu guruu, sido le tes bu guru? (*bu guruu, jadi tes bu guru?). Saya jawab sambil tersenyum melihat muka penasarannya, “jadi dong mas..”. Mas dede pun masih penasaran, “pripun bu? Ada narkobanya?”. Masih saya jawab, “ya tidak ada..”. Dari raut mukanya menandakan masih menyimpan penasaran, namun bel memisahkan kami. Ia pun segera ke barisan sekolah.

** Siapa yang tidak meleleh hatinya, ketika murid yang dididik menunjukkan rasa sayang dan hormat kepada gurunya.

**Thanks Allah. You’ll give me the chance i meet him. You show me that how precious my life. Alhamdulillah..


Salam,
Rina Ristiyani
-Cos every child is special

Tidak ada komentar:

Posting Komentar