Rabu, 16 Juli 2014

Semua karena cinta



Semua karena cinta
Doaku semoga aku tak terlambat,
Memberi yang terbaik dari hidupku..

Sepenggal lirik mengawali tulisan saya ini.
Setiap orang pasti ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi, dan semua orang juga tidak ingin terlambat untuk mempersembahkannya. Semua karena cinta. Ya.. cinta. Kalo bukan karena cinta kita tentu tidak berusaha mati-matian memperjuangkannya. Seorang pelajar akan berusaha sekuat tenaga agar ia bisa lulus dengan nilai yang bagus dan bisa masuk jurusan sesuai yang ia dan orang tuanya inginkan. Thats LOVE. Pun begitu seorang guru, selalu berusaha dengan giat agar anak didiknya menjadi pintar, berguna, berbakti kepada orang tua, agama dan negara. Thats LOVE. Dan bagi orang tua, pasti dan sebuah kemutlakan ia akan memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya. Ya, lagi-lagi Thats LOVE.
Namun terkadang kita lupa, dalam memberikan yang terbaik itu ada hati yang harus kita kecewakan, ada hati yang tersakiti. Memilih membersamai orang tua kita atau pergi bekerja sesuai karir. Lagi-lagi ini butuh perjuangan hebat untuk terus berjuang. Memilih untuk selalu bersama dengan orang yang kita sayang ataukah mewujudkan mimpi dan harapan orang tua kita. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Selalu ada harapan untuk setiap pilihan dan ada pula kekecewaan untuk setiap pilihan. Laiknya kita melempar uang logam, peluang yang muncul apakah angka ataukah gambar. Jangan lupa sertakan Allaah dalam setiap pilihan kita. Siapkan pula hati yang lapang agar ketika kekecewaan itu datang, tidak membuat kita jatuh terlalu sakit. Akan sangat bahagia ketika kita bahagia, ketika dalam pilihan kita tidak ada hati yang tersakiti.
Untuk seseorang yang hanif, dalam berjuta harapan dan kekecewaan aku memilihmu. Semoga Allaah selalu membersamai kebersamaan kita. Bukan untuk sekarang, esok tapi nantinya kita syurga. Aamiin.

-         13 Ramadhan 1435 H -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar